Free Counters


ambrosia is smara



Friday, February 23, 2007

kado ulang tahun

Baru tahun ini, kudapat banyak sekali kado ulang tahun. Sebelumnya kado ulang tahun bukanlah suatu tradisi dalam keluargaku, tapi karena beberapa bulan belakangan aku menumpang di rumah keluarga suamiku, jadilah aku punya kebiasaan yang baru.

Semalam, pukul 12 lebih sedikit, ada kecupan yang mendarat di jidat dari suami tercinta. Hmmpphh, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya, kenyataan bahwa dia bela-belain bangun untuk memberi ucapan yang pertama kali sebelum keduluan yang lain.

Pagi-pagi mau mandi, ada bungkusan cantik di depan kamar mandi. Hari masih gelap, belum kelihatan tanda kehidupan, jadi ya kukembalikan saja bungkusan itu ke tempat asalnya. Memang hari itu hariku bertambah umur, tapi bukan berarti bungkusan itu menantiku untuk dibuka toh? Siapa tau buat orang lain. Ternyata memang benar adanya, keluar kamar mandi Si mama mertua sudah memberikan slamat dari bawah.. hihihi, lucu juga.. seperti bocah TK yang mendapat kejutan, bungkusan pun ku gondol ke kamar.

Berselang beberapa menit setelahnya, ditengah kesibukan bersiap akan memulai hari, pintu kamar pun diketuk orang. Salah satu dari Si kembar; adik suamiku; menyerahkan bungkusan yang lain, berbentuk kotak, berbungkus kertas kado, yang nilai kerapiannya jangan ditanya; tidak beraturan babar blas :D (pasti dia bungkus sendiri sampai keringetan). Terharu...

Keluar kamar memang agak lambat dari biasanya, sementara Sang suami sudah bersiap pergi ke kantor. Berbondong-bondong papa mertua diikuti Si kembar yang lain muncul memberikan salam dan kecupan selamat ulang taun.

Uniknya, semua kado yang aku terima tahun ini adalah baju hamil :D mungkin orang-orang itu sudah nggak tahan liat perutku yang dipaksakan terbalut busana biasa sementara semakin tampak membuncit.

Tahun ini memang istimewa, setelah memulai hidup baruku bersama suami; ada tangis dan ternyata juga ada tawa dan haru. Mudah2an semuanya dilakukan dengan penuh keiklasan dan hati yang lapang sehingga ku dapat membagi kebahagiaanku dengan yg lainnya.
apapun yang terjadi, akan kulalui segala hal dengan puji dan syukur pada Allah SWT karena dengan limpahan rahmatNya-lah aku bisa seperti ini.

and I talked to my self "welcome to the 27th"
Jkt, Feb 20th


Thursday, January 11, 2007

Pernikahan adalah sebuah Perjuangan

Percuma mengharapkan sesuatu yang tidak akan terjadi
Hidupku sudah apatis
Sia-sia menunggu keajaiban bernama kegembiraan
Ada saja babak baru drama kesedihan yang muncul tiap harinya
Kulalui dengan tangis yang nyaris habis
Dengan suara lirih yang makin hilang


Kekuatanku hanya untuk suamiku dan si kecil


Sampai kapan bisa bertahan?


Pernikahanku adalah perjuangan
Pernikahanku memang ladang amal dari sabar
Pernikahanku memang guru untuk dewasa
Pernikahanku memang sebuah pengabdian total terhadap suamiku.


Thursday, December 14, 2006

Kurasakan..

Malam tadi, sewaktu menunggu suamiku kembali..
Kurasakan, ada yang aneh..
Menggelitik, suasana yang menyenangkan sekaligus membingungkan..
Kurasakan, gerakan mungil dari dalam rahimku..

Wahh, dia benar-benar ada disana...
Eforia yang menyejukan...
Mengembalikan kesadaranku bahwa...
Insya Allah aku akan menjadi seorang Bunda untuk bayiku...

Gerakan mungilnya terus kurasakan...
tapi kadang senyap tanpa getaran...
ku tak tau apa yang terjadi di dalam sana..
pssst, mungkin dia sedang bobo'...

Slamat bobo', my dearest baby
Mimpi indah yaaa..

Hush a bye baby, on the tree top,
When the wind blows the cradle will rock;
When the bow breaks, the cradle will fall,
And down will come baby, cradle and all.


Thursday, December 07, 2006

Rasa..

Aku rasa ada yang berbeda..

Antara kita.. tapi bukan kamu..

Sebelum dan sesudah pernikahan..

Hal yang sebelumnya buatku nyaman dan merasa diterima..

Kini buatku resah dan merasa terancam..

Tempatku hidup tidak lagi se-aman yang aku bayangkan..


Sampai kapan aku dapat bertahan, aku tak tau

Karena aku lelah;
Lelah menganggap ini adalah bagian dari mimpi malamku,
Lelah menyadari bahwa ini adalah kenyataan yang harus aku hadapi,
Lelah mencoba untuk bersikap sempurna,
Lelah sedikit demi sedikit menghilangkan sosok Aku dalam tubuhku,
Lelah terus mengasihani diriku setiap waktu.

Yang aku tau..
Aku sangat mencintaimu dan juga buah kasih kita

Aku yakin kau slalu ada untukku; bukan saja pagi ini dimana senyum dan genggaman tanganmu menguatkan aku untuk selalu hidup bersamamu.

Demi kamu dan si kecil Upa


Monday, December 04, 2006

Rintihan..

Ya Tuhan..

Kuatkan aku bahwa sesungguhnya dia yang akan mendampingiku..
Bukan menikamku dari belakang..

Kuatkan aku untuk terus menebar cintaku untuknya
Karena walau bagaimanapun dialah yang membesarkan kekasihku..

Kuatkan aku untuk terus berjuang demi bayiku dan keluarga kecil kami..

Hanya itu permohonanku, Tuhan..
Kiranya Kau dengarkan rintihan tangisku dan Kau pilah jalan terbaik untuk diriku.

Amin..


Thursday, September 07, 2006

Akhirnya...

2 tahun 3 bulan
kami merajut apa yang dinamakan cinta
bukan hanya indah melulu tapi juga pengertian dan pengorbanan
yang mencoba untuk mencetak kita menjadi dewasa

berhasil atau tidak,
bukan wewenang kami untuk menilai..

18 Agustus 2006
Status kekal kitapun diresmikan,
Setelah 2 tahun 3 bulan, berurai air mata untuk memanen bahagia
Dalam suatu perhelatan yang sederhana.
Kata "SAH" pun dikumandangkan oleh khalayak yang ada.

Akhirnya....

Hidup baru..
Tanggung jawab baru..
Kewajiban baru..

Insya Allah, Tuhan selalu menaungi rumah tangga kami dengan kasih dan semangat untuk selalu mendengar, melihat, dan berbuat sesuai dengan kehendak-Nya..

Ya Allah, akhirnya aku menjadi seorang istri untuk suamiku.
Ajari aku untuk bersikap sabar dan bijaksana juga selalu menjaga kehormatan suamiku sampai akhir hayatku.
Amin..

PS: Suamiku, baru kali ini aku mengharapkan; mensku bulan lalu adalah mensku yang terakhir sampai 9 bulan kedepan. Itu adalah kado perkawinan terindah dariku untukmu. Semoga..


Friday, June 16, 2006

Finally, you see the REAL me..

Selama ini kamu berhasil 'create' aku seperti yg kamu mau, sampai aku lupa gimana sebenernya aku yang dulu.

Selama ini aku maklum, tapi ada saatnya 'aku adalah aku'.

Selama ini aku diam, tapi ada saatnya gejolak ingin 'terlihat' sebagaimana adanya tetap ada.

Selama ini aku biasa saja, tapi jangan kamu kira aku selalu puas dengan keadaan kita.

Inginnya buat kamu bahagia, tapi nyatanya kamu nggak pernah menyadari kalo aku 'usaha'.

Tidak ada yang sempurna.
Dan aku nggak mau terkungkung dalam kotak yang selama ini aku biarkan diam-diam membelengguku seperti ini.

PS: aku akan pakai jilbab ini kapanpun aku merasa nyaman.


 
 

dari Mbonk untuk sMara
Tampilan terbaik:
browser IE 5,5
resolusi 800x600